Langkau ke kandungan utama

Privacy Policy

 

Privacy Policy / Dasar Privasi

At Sajacakap, accessible from our website, one of our main priorities is the privacy of our visitors. This Privacy Policy document contains types of information that is collected and recorded by Sajacakap and how we use it.

1. Log Files

Sajacakap follows a standard procedure of using log files. These files log visitors when they visit websites. The information collected includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date and time stamp, and referring/exit pages. These are not linked to any information that is personally identifiable. The purpose is for analyzing trends and administering the site.

2. Cookies and Web Beacons

Like any other website, Sajacakap uses 'cookies'. These cookies are used to store information including visitors' preferences, and the pages on the website that the visitor accessed or visited. The information is used to optimize the users' experience by customizing our web page content.

3. Google DoubleClick DART Cookie

Google is one of the third-party vendors on our site. It also uses cookies, known as DART cookies, to serve ads to our site visitors based upon their visit to our site and other sites on the internet. You may choose to decline the use of DART cookies by visiting the Google ad and content network Privacy Policy.

4. Our Advertising Partners (AdSense)

Third-party ad servers or ad networks use technologies like cookies, JavaScript, or Web Beacons that are used in their respective advertisements and links that appear on Sajacakap. They automatically receive your IP address when this occurs. These technologies are used to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see.

Note: Sajacakap has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

5. Consent

By using our website, you hereby consent to our Privacy Policy and agree to its Terms and Conditions.

Ulasan

Feature Post

Kenapa Orang Sekarang Lebih Panik Hilang Phone Daripada Hilang Wallet

Perubahan budaya manusia berlaku sangat cepat sekarang sehingga kita lupa apa yang berlaku di sekeliling kita. Kadang-kadang perut lapar pun lupa. Cerita ini bukan cerita yang baru dan kebanyakan manusia mengalami keadaan ini selagi kita pegang alat smartphone. Busy with his smartphone Sehingga tahun 2005, wallet kita lebih penting dalam kehidupan harian tetapai selepas tahun 2005 hingga ke hari ini dan tahun tahun mendatang, phone lebih penting daripada dompet bagi kebanyakan orang. Apakah yang akan berlaku selepas handphone? Adakah telefon akan masih menguasai kehidupan kita selepas 10 tahun akan datang? Sebab telefon sekarang bukan lagi “alat komunikasi”. Ia sudah jadi identiti, bank, hiburan, pejabat, kamera, peta, dan kad akses hidup harian, sekali gus termasuk nyawa kita dan kesihatan keluarga bergantung kepada gajet ini. Dulu orang keluar rumah akan tepuk poket belakan: “Wallet ada?” Kalau wallet ada, baru sah untuk keluar dari rumah ke tempat lain.  “kunci ada?” - kalau ...

Apabila AI Melukis Budaya Dayak: Cantik Tetapi Tidak Semestinya Tepat

  Intro Apa yang saya tahu berkaitan dengan Gawai Dayak ,ialah ia bukan pesta yang kita nampak seperti dalam tahun-tahun kebelakangan ini, tetapi lebih kepada perayaan “Thanksgiving”. Walau Bagai manapun, perayaan ini disambut mengikut peredaran zaman dan status ekonomi. Bukan saja berkaitan dengan hari gawai tetapi perubahan itu berlaku juga kepada pesta atau perayaan Tahun Baru Cina, Hari Raya, Deepavali dan sebagainya, dan juga berubah secara global.   Posting-posting dalam sosial media dan banner-banner di mana -mana.   Selepas beberapa hari melihat banyak posting-posting dalam media sosial, saya tengok macam ada sesuatu yang tidak kena berkaitan dengan mesej Hari Gawai Dayak. Saya sedar kebanyakannya, praktikalitinya semua,  dicipta menggunakan A.I. Macam tidak ada satu pun yang tepat melambangkan budaya suku kaum tertentu. Kemungkinan prompt yang digunakan kurang tepat. Ini mungkin orang yang memberi arahah atau prompt kepada AI itu kurang focus dan t...

Gawai Dayak dan ertinya sudah berubah

 Intro Sambutan Hari Gawai Dayak disambut seawal bulan Mei tahun ini. Tiap-tiap tahun, sambutan Gawai Dayak disambut seawal bulan Mei dan macam tidak berakhir sampai penghujung bulan Julai nanti. Dari pandangan saya yang saya lihat dan terlibat sekali di beberapa lokasi dan kawasan, Sambutan Gawai Dayak tahun ini boleh dikatakan sangat meriah. Akhir-akhir ini, sesiapa yang menyambut Gawai Dayak pun ramai yang memakai pakaian tradisional, terutama bagi masyarakat Iban, Bidayuh dan Orang Ulu… tetapi itu tidak berakhir di situ saja. Kaum Melayu, Cina mahupun pelancong luar negara pun memakai pakaian tradisional sekali untuk menyambut bersama masyarakat Dayak di Sarawak. Gadis-gadis di babang Peralihan makna dan perayaan Gawai Dayak. Perayaan gawai dayak atau gawai tahun yang telah beralih cara dari tahun ke tahun semenjak ia dimulakan. Secara amnya, konsep Dayak unified atau gabungan Dayak telah diutarakan oleh seorang pengacara radio Kingsley dan Owen Liang pada tahun 1957. Kali pert...